Loading...

AIPViKI Gelar Kongres, Calon Perawat Bisa Kuliah Jarak Jauh

August 10, 2020 Add Comment

 

Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI) menggelar kongres nasional II di Alana Hotel Yogyakarta 25-27 Juli 2019. Diikuti 464 anggota dari 14 regional se-Indonesia, institusi pendidikan vokasi perawat ingin memastikan kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0. 

Yupi Supartini SKp MSc, Ketua Umum AIPViKI mengatakan organisasi tersebut memasuki usia ke-8 setelah sebelumnya dibentuk pada 2011 lalu di Jakarta. Berbagai program menurut dia telah dilakukan terutama di periode empat tahun kebelakang terkait kesiapan sekolah vokasi keperawatan menghadapi revolusi industri 4.0. 

“Selama 4 tahun kami berfokus pada penguatan organisasi, pengembangan dan evaluasi kurikulum update, pembinaan anggota terkait kurikulum dan akreditasi (464 anggota), pengembangan jurnal keperawatan. Harapan kami semoga program ini bisa diteruskan kedepan agar perawat kita semakin siap menghadapi industri 4.0 yang sekarang sudah berjalan,” ungkapnya di sesi pembukaan Kamis (25/7/2019). 

Akselerasi menurut Yupi wajib dilakukan perguruan tinggi sekolah vokasi baik Diploma 3 maupun 4 di Indonesia terutama di bidang Informasi dan Teknologi tepat guna. “Pembelajaran online E-learning bisa digunakan, bisa semacam teleconference agar bisa mengakomodasi banyak orang dan ini harus mulai dikembangkan oleh pimpinan institusi perguruan tinggi,” sambungnya. 

Sementara Ketua Panitia Kongres Nasional II AIPViKI, I Made Mertajaya menambahkan dalam agenda kali ini beberapa kegiatan akan dilaksanakan seperti seminar nasional, laporan pertanggungjawaban kepengurusan 2015-2019 hingga pemilihan ketua dan kepengurusan baru 2019-2023. “Kongres Nasional II ini mengambil tema Akselerasi dan Penguatan Kapasitas Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Keterwakilan anggota sudah kuorum dan dalam tiga hari kedepan semoga bisa menghasilkan kebijakan terbaik untuk kedepan,” tandas dia. 

Kongres II AIPViKI sendiri dibuka oleh Arofah Nur Indriani, Asisten Bidang Pemberdayaan Sumberdaya Masyarakat Pemda DIY. Pemda DIY mengharapkan kongres tersebut menjadi momentum untuk melakukan perbaikan dan evaluasi kualitas bagi sekolah vokasi keperawatan Indonesia. 

“Forum ini diharapkan menciptakan pemimpin yang memililh kebijakan untuk menciptakan profesi perawat yang mampu menghadapi tantangan era evolusi industri 4.0. Selamat berkongres dan jangan lupa menikmati Yogyakarta,” tandas Arofah.

Sumber:

https://www.krjogja.com/berita-lokal/diy/sleman/aipviki-gelar-kongres-calon-perawat-bisa-kuliah-jarak-jauh/

AIPViKI Tingkatkan Kualitas Lulusan Perawat Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri

August 10, 2020 Add Comment

 

 

Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI) sebagai wadah institusi penyelenggara pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia diharapkan mampu menyerap aspirasi anggota maupun masyarakat.

Selain itu AIPViKI juga diharapkan mampu mendorong penyelenggaraan pendidikan berstandar global.

Hal ini sejalan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di mana institusi pendidikan berperan dalam rangka menjamin lulusannya memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan.

Dalam rangka mengakomodasi aspirasi anggota dan tuntutan kebutuhan masyarakat, maka diperlukan kebijakan sesuai dengan perkembangan yang ada.

Perumusan kebijakan perlu melibatkan seluruh anggota melalui forum nasional.

Untuk itu AIPViKI menggelar Kongres Nasional II bertajuk 'Akselerasi dan Penguatan Kapasitas Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0' di Alana Hotel Yogyakarta pada 25-27 Juli 2019.

Ketua Panitia Pelaksana Kongres Nasional II AIPViKI, I Made Mertajaya mengatakan kongres nasional ini diikuti sebanyak 464 institusi yang tersebar di 14 regional se-Indonesia.

"Kongres nasional ini tujuannya untuk Penetapan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga dan penetapan garis-garis besar program kerja selama lima tahun ke depan," ujarnya Jumat (26/7/2019)

Selain itu, seminar pada Kongres Nasional II AIPViKI ini juga membahas mengenai isu-isu kekinian untuk meningkatkan kualitas lulusan perawat.

AIPViKI bertekad untuk selalu berperan secara aktif guna mendukung organisasi profesi perawat.

Ia menyebut, tantangan bagi perawat di era revolusi industri 4.0 ini yakni pada Sumber Daya Manusia (SDM).

Sebab, kata dia, SDM menjadi tolak ukur keberhasilan suatu program.

"Oleh karena itu kami komitmen membangun SDM melalui pelatihan, peningkatan kapasitas building untuk tetap mengikuti sesuai era saat ini. Kita lakukan dari penerimaan mahasiswa yang input bagus, proses bagus, kurikulum kita perbaharui terus," kata dia

Melalui Kongres Nasional II AIPViKI ini diharapkan menghasilkan keputusan strategis tetkait dengan peningkatan kualitas mutu pendidikan keperawatan di Indonesia.

"Lulusan perawat umumnya terserap di dunia kerja. Sebelum lulus ada beberapa tahapan yang dilalui seperti mengikuti uji kompetensi nasional sebagai salah satu parameter untuk mereka siap masuk lapangan kerja," jelasnya.


Sumber:

https://jogja.tribunnews.com/2019/07/26/aipviki-tingkatkan-kualitas-lulusan-perawat-dalam-menghadapi-era-revolusi-industri.

AIPViKI: Jurnal Keperawatan Indonesia Mendesak Disusun

August 10, 2020 Add Comment

 

 

Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI), bertekad membentuk dan menerbitkan Jurnal Keperawatan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu karena hingga kini belum ada jurnal tersebut.

Ketua Umum AIPViKI, Yuni Supartini, menilai, Jurnal Keperawatan Indonesia sangat mendesak untuk disusun. Pasalnya, keberadaan Jurnal Keperawatan Indonesia sangat penting dan akan sangat bermanfaat dalam hal publikasi bagi para dosen maupun mahasiswa keperawatan di Indonesia.

“Jurnal Keperawatan Indonesia ini sangat-sangat penting dan bermanfaat. Karena akan menjadi media atau wadah publikasi bagi para dosen terhadap hasil karya penelitian, pengabdian masyarakat, maupun inovasi-inovasi di bidang pelayanan pendidikan keperawatan,” katanya, di sela acara Kongres Nasional II dan Seminar AIPViKL (Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia) di Yogyakarta, Kamis (25/7/2019).

Menurut Yuni, belum adanya Jurnal Keperawatan Indonesia saat ini membuat publikasi hasil-hasil karya penelitian para dosen sekolah vokasi Keperawatan masih sangat terbatas. Hal itu secara tidak langsung berdampak tidak maksimalnya percepatan jenjang karier para pendidik/dosen keperawatan.

“Jika dosen kerap mempublikasikan karyanya, tentu dia akan punya kredit tersendiri yang mempengaruhi kenaikan pangkat atau jenjang karier mereka. Selain itu, Jurnal Keperawatan ini juga akan bisa menjadi media sharing antarsesama institusi pendidikan keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri,” katanya.

Belum adanya Jurnal Keperawatan Indonesia, dikatakan Yuni karena pengurus AIPViKI selama 4 tahun belakangan ini lebih fokus untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Seperti uji kompetensi, akreditasi, kurikulum, dan sebagainya. Hal itu dilakukan sebagai tuntutan atas munculnya sejumlah regulasi baru soal profesi keperawatan, maupun lembaga profesi keperawatan.

“Karena itu, pada kepengurusan yang baru ini nanti kita harapkan bisa membentuk dan menerbitkan Jurnal Keperawatan Indonesia,” katanya.

Kongres Nasional Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI) di Yogyakarta, digelar sebagai bagian pertanggungjawaban, pelaporan dan evaluasi pengurus lama. Kongres ini juga digelar untuk memilih dan melantik pengurus AIPViKI yang baru.

Diikuti sekitar 464 anggota perwakilan AIPViKI di seluruh Indonesia, Kongres ini diharapkan mampu menyerap aspirasi, baik dari anggota maupun kebutuhan masyarakat, serta mendorong penyelenggaraan pendidikan terstandar secara global sesuai kompetensi.

Sumber:

https://www.cendananews.com/2019/07/aipviki-jurnal-keperawatan-indonesia-mendesak-disusun.html